News Sultra
Home / Sultra / Menteri Pertanian Siapkan Bantuan Hingga Rp30 Miliar untuk Korban Banjir di Sulawesi Tenggara

Menteri Pertanian Siapkan Bantuan Hingga Rp30 Miliar untuk Korban Banjir di Sulawesi Tenggara

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didampingi Walikota Kendari, Siska Karina Imran turun langsung meninjau lokasi banjir di Sulawesi Tenggara. Selain meninjau kawasan persawahan di Desa Amohalo, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, ia juga menyambangi warga korban banjir di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. PPID

KENDARI — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turun langsung meninjau lokasi banjir di Sulawesi Tenggara dan menyiapkan bantuan besar untuk penanganan dampak bencana yang melanda delapan kabupaten dan kota.

Tak hanya menggelontorkan bantuan awal sebesar Rp10 miliar, Amran bahkan membuka peluang tambahan dukungan hingga Rp30 miliar untuk Sultra, khususnya bagi pemulihan sektor pertanian dan program optimalisasi lahan sawah.

Banjir yang terjadi sejak Jumat (8/5/2026) hingga Selasa (12/5/2026) menerjang sejumlah wilayah seperti Kendari, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Kolaka, Kolaka Timur, hingga Buton Utara.

Ribuan warga terdampak, ratusan rumah terendam, dan sekitar 2.000 hektare lahan pertanian dilaporkan rusak akibat banjir.

Dalam kunjungannya, Amran mendatangi kawasan persawahan di Desa Amohalo, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan.

Korupsi Nikel di Sulawesi Tenggara: Kejagung Tangkap LS Penyuap Rp1,5 Miliar ke Ketua Ombudsman

Ia juga menyambangi warga korban banjir di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari yang terdampak luapan Kali Wanggu.

“Ini Rp10 miliar khusus untuk Sultra. Kalau diurus suratnya, oplahnya, bisa Rp30 miliar untuk Sultra. Saya tunggu permohonannya,” kata Amran.

Bantuan yang disalurkan mencakup 30 ton beras, 1,5 ton minyak goreng, benih padi, hingga alat dan mesin pertanian untuk petani yang sawahnya rusak diterjang banjir.

Selain bantuan pangan dan pertanian, pemerintah pusat juga berjanji memperbaiki tanggul jebol serta mendukung program optimalisasi lahan sawah di sejumlah daerah terdampak.

Menurut Amran, keputusan turun langsung ke Sultra dilakukan setelah dirinya menerima laporan kondisi banjir yang cukup parah di sejumlah wilayah.

Konflik Agraria Membayangi Proyek Strategis Kopassus di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara

Kunjungan itu juga dilakukan usai rapat bersama Presiden terkait penanganan banjir di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

“Kunjungan ini mendadak, saya meminta maaf kepada Wakapolda, Wakil Gubernur Sultra, wali kota, dan para bupati,” ujarnya. (MS Network)

Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *