News Kolaka Sultra
Home / Sultra / MBG di Kolaka, Sulawesi Tenggara: 11 Siswa SD Diduga Keracunan

MBG di Kolaka, Sulawesi Tenggara: 11 Siswa SD Diduga Keracunan

Kondisi siswa SD Negeri 3 Watubangga Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, saat dilarikan ke puskesmas akibat diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap menu MBG, Sabtu (9/5/2026). Ist

KOLAKA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, mendadak menjadi sorotan setelah 11 siswa SD Negeri 3 Watubangga dilarikan ke puskesmas akibat diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap menu MBG, Sabtu (9/5/2026).

Insiden itu terjadi hanya sehari setelah Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong melakukan peninjauan langsung pelaksanaan MBG di Kolaka Timur dan memuji jalannya program prioritas Presiden RI tersebut.

Para siswa SDN 3 Watubangga di Kecamatan Watubangga, Kolaka, mengalami gejala hampir serupa mulai dari mual, sakit perut, muntah hingga tubuh lemas beberapa saat setelah menyantap makanan yang dibagikan dalam program MBG.

Kepala Puskesmas Watubangga, Mung, membenarkan adanya 11 siswa yang harus menjalani observasi medis akibat dugaan keracunan makanan.

“Iya ada 11 siswa yang diobservasi. Mereka datang dengan keluhan yang hampir sama,” ujarnya.

Kendari, Sulawesi Tenggara Lumpuh Diterjang Banjir: 1 Orang Tewas, Ratusan Warga Dievakuasi

Menurut pihak puskesmas, sampel makanan telah diamankan untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam tahap observasi dan belum ada kesimpulan resmi terkait penyebab pasti insiden itu.

“Masih dugaan keracunan makanan. Sampelnya sudah kami ambil dan sekarang masih disimpan,” kata Mung.

Meski demikian, kondisi para siswa disebut mulai membaik setelah mendapatkan penanganan medis. Beberapa siswa bahkan sudah diperbolehkan pulang.

Hingga berita ini berkembang, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga, Hendriawan Yusuf, maupun Koordinator SPPG Regional Sultra, Maharanny Puspaningrum, belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keracunan tersebut.

Diserang Isu Tambang Nikel Ilegal, PT Toshida Klaim Kantongi Izin Lengkap dari Negara

Ironisnya, kasus ini muncul di tengah gencarnya pengawasan dan promosi program MBG di Sulawesi Tenggara.

Sehari sebelumnya, Bahtra Banong melakukan inspeksi langsung pelaksanaan MBG di SDN 1 Mokupa, Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong saat melakukan inspeksi langsung pelaksanaan MBG di SDN 1 Mokupa, Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur. Ist

Dalam kunjungannya, Bahtra didampingi sejumlah pejabat daerah, aparat kepolisian, hingga unsur DPRD Kolaka Timur untuk memastikan program makan gratis berjalan tepat sasaran dan memenuhi standar pelayanan gizi bagi pelajar.

Rombongan bahkan meninjau langsung proses distribusi makanan, kualitas penyajian hingga operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Mokupa sebagai pusat pendukung program MBG di wilayah tersebut.

Bahtra Banong saat itu memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program yang dinilai berjalan baik meski baru dimulai. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas dan variasi menu makanan.

Prabowo Bangun Kekuatan Baru Laut Indonesia Berpusat di Sulawesi

“Kami hadir untuk memastikan program Presiden Prabowo tepat sasaran. Hal yang mungkin perlu ditingkatkan adalah keragaman menunya agar anak-anak mendapatkan asupan gizi yang bervariasi,” ujar Bahtra.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional pemerintah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini melalui pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah.

Program tersebut juga diklaim menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan konsentrasi belajar siswa.

Namun munculnya dugaan keracunan di Kolaka kini memicu kekhawatiran publik terhadap standar keamanan pangan, pengawasan distribusi makanan, hingga kualitas pengolahan menu dalam program MBG di daerah. (MS Network)

Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *