Ekonomi & Bisnis Kolut Seputar Nikel
Home / Seputar Nikel / Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara Jadi Rebutan Investor Global: Hilirisasi Nikel, Perkebunan Paling Dilirik

Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara Jadi Rebutan Investor Global: Hilirisasi Nikel, Perkebunan Paling Dilirik

Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Pasifik BKPM RI, Saribua Siahaan bersama Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H., saat berbicara dalam Kolaka Utara Industry, Trade and Investment Forum 2026 yang digelar di Mercure Surabaya Grand Mirama, Senin (11/5/2026). PPID

SURABAYA – Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, kini semakin mencuri perhatian investor global. Bukan lagi hanya sebagai daerah penghasil komoditas mentah, wilayah ini mulai dipandang sebagai “ladang emas baru” sektor hilirisasi Indonesia yang siap bersaing di pasar dunia.

Hal itu mengemuka dalam Kolaka Utara Industry, Trade and Investment Forum 2026 yang digelar di Mercure Surabaya Grand Mirama, Senin (11/5/2026). Forum ini menjadi panggung besar yang mempertemukan pemerintah daerah, investor nasional, hingga delegasi bisnis dari 10 negara sekaligus.

BKPM: Kolaka Utara Punya Peluang Besar di Hilirisasi

Dalam forum tersebut, Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Pasifik BKPM RI, Saribua Siahaan, menegaskan bahwa Kolaka Utara berada pada posisi strategis dalam peta investasi nasional.

Menurutnya, arah pembangunan ekonomi Indonesia saat ini memang diarahkan pada penguatan sektor hilirisasi, energi baru terbarukan, dan ketahanan pangan.

“Daerah dengan sumber daya unggulan seperti Kolaka Utara memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih cepat melalui hilirisasi,” tegas Saribua.

Korupsi Nikel di Sulawesi Tenggara: Kejagung Tangkap LS Penyuap Rp1,5 Miliar ke Ketua Ombudsman

Ia juga mengungkapkan bahwa realisasi investasi nasional terus menunjukkan tren positif, mencapai Rp1.931,2 triliun pada 2025, dengan kontribusi hilirisasi hampir 30 persen.

Bupati Kolaka Utara: Tak Mau Lagi Jual Bahan Mentah

Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H., dalam forum itu menegaskan arah baru pembangunan ekonomi daerah yang kini fokus pada hilirisasi kakao, kelapa, perikanan, dan nikel.

“Kolaka Utara tidak boleh hanya menjadi pemasok bahan mentah. Kita harus punya industri pengolahan sendiri agar nilai tambahnya dinikmati masyarakat daerah,” ujarnya.

Ia menyoroti kakao sebagai komoditas unggulan yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk turunan bernilai tinggi seperti cocoa butter, cocoa powder, hingga cocoa liquor. Selain itu, sektor kelapa, perikanan, dan nikel juga dibuka lebar bagi investor.

10 Negara dan Puluhan Investor Siap Masuk Kolaka Utara

Forum ini bukan hanya basa basi. Kehadiran delegasi dari Australia, Jerman, Belanda, Amerika Serikat, Singapura, Jepang, Korea Selatan, China, Republik Ceko, Polandia, hingga Belarus membuat forum ini menjadi salah satu ajang investasi paling ramai di kawasan timur Indonesia.

Konflik Agraria Membayangi Proyek Strategis Kopassus di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara

Delegasi tersebut berasal dari berbagai lembaga internasional seperti Australian Trade and Investment Commission (AUSTRADE), NBSO Belanda, EKONID, Enterprise Singapore, KOTRA Korea Selatan, hingga perwakilan Busan Port Authority.

Puluhan perusahaan besar juga ikut terlibat, mulai dari sektor pengolahan hasil laut, frozen food, cokelat, hingga industri kelapa dan arang.

Kolaka Utara Sudah Kantongi Rp1,58 Triliun Investasi

Data yang dipaparkan dalam forum menunjukkan bahwa realisasi investasi di Kolaka Utara periode 2021–2026 telah mencapai sekitar Rp1,58 triliun. Namun, angka tersebut dinilai masih jauh dari potensi sebenarnya, terutama di sektor hilirisasi agribisnis dan pertambangan.

Pemerintah pusat juga disebut terus membuka ruang insentif bagi investor, mulai dari tax holiday, tax allowance, hingga kemudahan perizinan berbasis Undang-Undang Cipta Kerja.

Menuju Pusat Industri Baru Sulawesi Tenggara

Forum ini menjadi momentum penting untuk mempercepat transformasi Kolaka Utara dari daerah penghasil komoditas menjadi pusat industri berbasis hilirisasi di kawasan timur Indonesia.

Menteri Pertanian Siapkan Bantuan Hingga Rp30 Miliar untuk Korban Banjir di Sulawesi Tenggara

Melalui business matching dan penjajakan kerja sama, sejumlah investor telah mulai menjajaki peluang investasi lanjutan di sektor pengolahan kakao, kelapa, hingga perikanan.

“Target kami jelas, Kolaka Utara harus dikenal sebagai daerah industri, bukan hanya penghasil bahan mentah,” tegas Bupati Nur Rahman.

Dengan masuknya investor global dan perhatian BKPM, Kolaka Utara kini berada dalam posisi penting: antara menjadi sekadar pemasok komoditas, atau naik kelas menjadi kekuatan industri baru Indonesia Timur. (MS Network)

Simak Berita Lainnya di WA Channel disini

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *